Skip to content

ETIKA PROFESI

Kepakaran dari seorang sarjana teknik industri

Seorang sarjana teknik industri memiliki kemampuan pemecahan masalah yang kuat dan sistemik dengan pendekatan multi-disiplin tentunya dalam kerangka keilmuan teknik industri. Setiap dan semua komponen/sub-sistem merupakan komponen yang harus dikuasai dalam melakukan 3 tugas utama seorang teknik industri:

  1. Merancang, menunjukkan kemampuan untuk secara kreatif mengkombinasikan pengetahuan yang telah dimiliki kedalam sebuah rancangan sistem. Sistem disini tidak hanya berupa sistem pabrik atau organisasi, tetapi dapat berupa pula merancang sistem solusi, yaitu rancangan solusi yang multidisiplin, multiapproach dan multidimensi.
  2. Meningkatkan, dapat diterjemahkan sebagai manajemen. Pakar manajemen mengatakan bahwa ada beda antara administrasi dan manajemen. Administrasi berorientasi untuk mengerjakan hal yang sama terus menerus secara tepat aturan, sedangkan manajemen bermakna ada peningkatan yang harus dilakukan. Berdasarkan definisi ini tentunya meningkatkan/manajemen menunjukkan kemampuan untuk melakukan pemecahan masalah, karena inti dari peningkatan adalah kemampuan memecahkan masalah. Ini mencakup kemampuan analisa, berfikir sistem dan lain sebagainya yang berguna dalam memecahkan masalah.
  3. Menginstalasi, menunjukkan kemampuan untuk melakukan pendefinisian langkah-langkah yang dibutuhkan untuk melakukan instalasi terhadap rancangan sistem. Menginstalasi memaksa seorang teknik industri untuk berfikir jauh ke depan dalam merancang dan meningkatkan sistem.

Karakter-karakter tidak ber-ETIKA dalam kehidupan sehari-hari

  1. Suka menyela saat orang lain sedang melakukan pembicaraan.
  2. Tidak menghargai pendapat orang lain.
  3. Emosional.
  4. Tidak jujur.
  5. Tidak perpeduli terhadap orang lain.
  6. Selalu merasa dirinya benar tanpa mempedulikan orang lain.

 

 Aktivitas tidak ber-ETIKA professional dalam bekerja

  1. Tidak bertanggung jawab atas profesi. Seseorang yang professional harus selalu menggunakan pertimbangan moral dan bertanggung jawab terhadap semua kegiatannya.
  2. Tidak peduli terhadap sesama rekan kerja.
  3. Melakukan korupsi untuk mencapai kebutuhan dalam kehidupannya. Sebuah keinginan yang tidak terpenuhi yang memancing individu melakukan tindakan-tindakan yang tidak etis.
  4. Tidak disiplin, Kode-kode etika digunakan khususnya oleh badan-badan professional sebagai asas untuk menyiasat sebarang penyelewengan ahli-ahlinya apabila terdapat sebarang aduan diterima.
  5. Selalu merasa dirinya paling atas, karakter seperti ini tidak boleh dilakukan karena akan merugikan orang lain tanpa mendengarkan apresiasi, dan tidak ingin dikritik.

karakteristik kewirausahaan

Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Sedangkan Usaha berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Ini baru dari segi etimologi (asal usul kata). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan operasinya serta memasarkannya.

Pengertian lainnya menyebutkan kewirausahaan adalah proses menciptakan sesuatu yang lain dengan menggunakan waktu dan kegiatan disertai modal dan resiko serta menerima balas jasa dan kepuasan serta kebebasan pribadi. Raymond dan russel memberikan definisi tentang wirausaha dengan menekankan pada aspek kebebasan berusaha yang dinyatakannya sebagai berikut : An entrepreneur is an independent growth oriented owner operator. Menurut Gede Pratama, ada beberapa sifat dasar yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha diantaranya :

Ø Wirausaha adalah seorang pencipta perubahan (the change creator)

Ø Wirausaha selalu melihat [erbedaan sebagai peluang

Ø Wirausaha selalu bereksperimen dengan pembaharuan

Ø Wirausaha adalah seorang pakar tentang dirinya

Ø Wirausaha melihat pengetahuan dan pengalaman hanyalah alat untuk memacu kreativitas

Ø Wirausaha berani memaksa diri untuk menjadi pelayan bagi orang lain

Sedangkan menurut Robin, kewirausahaan adalah suatu proses seseorang guna mengejar peluang-peluang memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui inovasi tanpa memperhatikan sumber daya yang mereka kendalikan. Wirausahawan atau entrepreneur juga diartikan sebagai seorang penemu bisnis yang sama sekali baru dan mampu mengembangkan menjadi perusahaan yang mencapai kesuksesan. Contohnya adalah Microsoft, Wal-Mart, dan Aqua. Seseorang entrepreneur memiliki cirri-ciri diantaranya:

Ø focus yang terkendali

Ø berenergi yang tinggi

Ø kebutuhan akan prestasi

Ø bertoleransi terhadap keraguan

Ø percaya diri

Ø berorientasi terhadap tindakan.

Kelebihan yang dibutuhkan sesorang dalam mengembangkan kewirausahaan yaitu harus memiliki karakteristik sifat seperti dibawah ini:

  1. Motif Berprestasi Tinggi.
  2. Selalu Perspektif.
  3. Memiliki Kreatifitas Tinggi.
  4. Memiliki Perilaku Inovatif Tinggi.
  5. Selalu Komitmen dalam Pekerjaan, Memiliki Etos Kerja dan Tanggung Jawab.
  6. Mandiri atau Tidak Ketergantuangan.
  7. Berani Menghadapi Risiko.
  8. Selalu Mencari Peluang.
  9. Memiliki Jiwa Kepemimpinan.
  10. Memiliki Kemampuan Manajerial.
  11. Memiliki Kerampilan Personal.

Daftar Pustaka:

http://viewcomputer.wordpress.com/kewirausahaan/

http://teddywirawan.wordpress.com/2009/08/04/pengertian-kewirausahaan/

http://heruexa.blogspot.com/2009/10/pengertian-wirausaha.html

wawancara kewirausahaan

NAMA           : ALI IMRAN
TTL                : Semarang, 15 Mei 1969
Umur              : 41 Tahun
Tamatan         : SD
Perusahaan    : KIOS FARHANA
Alamat            : Jl. Raya Penggaron No.47
                          Telp. 671 6450
 “Anak yang bodoh di sekolah belum tentu tidak sukses dalam hidupnya dikemudian hari???Saya sekolah enggak pintar, bahkan enggak suka sekolah???Masuk sekolahpun umur 7 tahun???”Kenang Pemilik Kios Farhana tentang masa kecilnya. Dua kali tidak naik kelas, itulah sebabnya beliau hanya sampai Sekolah Dasar (SD) pada tahun 1982.
Akhirnya kelahiran Semarang, Jawa Tengah, ini dikirim Ayahnya, Moh. Imran Setiadi ke Cirebon kepada pamannya, dengan harapan dapat melanjutkan sekolah, tapi apa kata sang Paman???Sang Paman yang mengerti psikis Ali Imran yang malas bersekolah ini kemudian berkata,”Enggak usah sekolah nanti saya latih dagang atau kerja saja???”. Hal tersebut dibenarkan Ali Imran sambil menyakinkan Ayahnya,”Benar kata Paman, izinkan Ali untuk belajar dagang atau bekerja???”. Mendengar hal tersebut, Ayahnya membiarkan Ali Imran untuk belajar dagang atau bekerja dengan Pamannya. Beberapa tahun kemudian Ali Imran sukses dengan waralaba Pakan & Hewan dan Unggas,seperti perkutut, berkuku Kelantan, burung kicauan, ayam, jangkrik, pakan unggas, pakan ternak, dan sebagainya.
Awalnya, Ali Imran yang gemar memelihara hewan ini bekerja di penggilingan padi milik Pamannya di Cirebon, Jawa Barat, yang pada saat itu berusia ± 18 tahun yakni pada tahun 1988. Pagi-pagi buta Ali Imran harus berangkat kerja, karena jarak tempat kerja dengan rumah Pamannya lumanyan jauh. Keadaan tersebut terus berulang-ulang hingga suatu saat Ali Imran merasa jenuh dan sempat putus asa. Kemudian Ali Imran membicarakan kejenuhannya ini kepada pamannya. Pamannya yang sangat mengerti perasaan Ali Imran memutuskan untuk memulangkannya ke rumah Ayahnya di Semarang, Jawa Tengah, yang tepatnya di daerah Penggaron Kidul.
Beberapa bulan di tempat Ayahnya, Ali Imran sudah merasa bosan karena tidak bekerja dan uang hasil kerja di tempat pamannya sudah menipis, yakni ± Rp. 450.000,-. Kemudian Ali Imran memikirkan usaha apa yang cocok, cetusnya saat memberikan pakan kea yam peliharaannya,”Di daerah sini belum ada yang menjual pakan untuk hewan peliharaan ni…”. Lalu pada tahun 2002 tepatnya bulan Mei bermodal nekat dan uang secukupnya, Ali Imran membuka usaha pakan.
Awal usaha yang beliau tekuni ini bertempat di emperan (pinggir) jalan raya. Panas dan debu tak menjadi halangan untuk dirinya. Bulan demi bulan dilewatinya dipinggir jalan sambil menjajakan pakan hewan dan unggas. Sampai suatu saat beliau mencoba untuk membuka kios untuk usahanya. Konsumen pun berdatangan satu demi satu hingga Ali Imran berinisiatif untuk memperluas usahanya selain pakan hewan dan unggas, yakni seperti jual burung kicau, ayam jago, jangkrik, dan sebagainya.
Pelanggan yang berdatangan tak lekas membuat Ali Imran merasa puas, Ali Imran berusaha memberikan pelayanan yang terbaik untuk pelanggannya. Kini Ali Imran menikmati hasil kerja kerasnya yakni dengan omzet mencapai ± Rp. 15.000.000,- /bln atau ± Rp. 500.000,-/hari. Meski sudah sukses Ali Imran tetap merasa orang kecil. Menurut Ali Imran,”itu karena terbiasa dengan hidup sengsara sejak kecil”. Ujarnya.
Berkeinginan keras dan tekun, pantang menyerah, fokus menekuni usaha merupakan kiat sukses Ali Imran, serta yan terpenting menurutnya,”Carilah usaha sesuai dengan Hobby, karena dengan hobby kita tak akan pernah rugi bahkan mendatangkan keuntungan yang melimpah”. Ujarnya.
Menikah dengan Halim Inayati, yang saat itu juga menjadi pelanggan setianya, 2002, Ali Imran ayah tiga anak ini sangat memperhatikan pendidikan anak-anaknya, yang semuanya disekolahkannya. Anak Pertama masih di bangku SMP yakni di SMP HARAPAN BUNDA, Penggaron. Anak yang Kedua di bangku Sekolah Dasar, yakni di SD HARAPAN BUNDA, Penggaron. Kelas 5, serta anak yang Ketiga masih Balita yakni umur 2 tahun. Ali Imran juga mendidik mereka agar punya kepedulian sosial, baik terhadap sesama manusia maupun hewan.
Di akhir wawancara Ali Imran mengutipkan Motto Hidupnya dalam USAHA :
“TEKUN TEKUN DAN TEKUN, karena dengan tekun semua akan berhasil”,ujarnya.

PENGETAHUAN LINGKUNGAN MENGENAI ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN PASAR TRADISIONAL CISALAK

I.       Latar Belakang

Lingkungan merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupuan manusia. Hal ini dikarenakan dimana seseorang hidup maka akan tercipta suatu lingkungan yang berbeda dan sebaliknya. Akhir-akhir ini sering kali ditemukannya suatu pengrusakan lingkungan oleh manusia dengan alasan pemanfaatan untuk menghasilkan materi yang lebih, secara tidak langsung tindakan ini akan mengakibatkan terkikisnya lingkungan dan mengancam pada kelangsungan hidup manusia. Disamping itu keteloderan manusia dalam pendirian bangunan dengan tanpa memperhatikan dampak dari usaha atau industri yang akan berlangsung dibangunan tersebut juga akan merusak lingkungan fisik dan biologis secara perlahan dan tidak langsung. Pasar merupakan kegiatan ekonomi yang termasuk salah satu perwujudan adaptasi manusia terhadap lingkungannya. Hal ini didasari atau didorong oleh faktor perkembangan  ekonomi yang pada awalnya hanya bersumber pada problem untuk memenuhi kebutuhan hidup (kebutuhan pokok). Manusia sebagai makhluk sosial dalam perkembangannya juga menghadapi kebutuhan sosial untuk mencapai kepuasan atas kekuasaan, kekayaan dan martabat. Pasar adalah tempat dimana terjadi  interaksi antara penjual dan pembeli. Pasar merupakan  pusat dan ciri pokok dari jalinan tukar-menukar yang menyatukan seluruh kehidupan ekonomi.
Pasar cisalak merupakan salah satu pasar tradisional yang masih bertahan di Kota Depok.  Keberadaannya didaerah yang strategis membuat pasar ini bertahan ditangah-tengah masyarakat yang terus berkembang. Pasar cisalak merupakan salah satu pasar yang paling ramai, yang setiap hari dikunjungi orang dari berbagai penjuru Depok. Pasar Cisalak masih termasuk dalam kategori pasar tradisional, area parkir yang ruwet, jalanan yang becek serta bau yang tidak sedap terutama di blok sayur dan ikan terasa kurang nyaman apalagi bagi orang yang terbiasa berbelanja di supermarket dan sebagainya.
Oleh sebab itu, perlu dilakukan suatu usaha untuk melestarikan kualitas lingkungan yang dapat dilakukan dengan berbagai cara, sejak mulai penyusunan rencana pembangunan daerah sampai setelah proyek-proyek pembangunan dijalankan. Dengan adanya perencanaan hal-hal yang mungkin bisa mengantisipasi timbulnya dampak buruk pada lingkungan sekitar maka kerusakan lingkungan akan dapat dikurangi atau bahkan dicegah sama sekali. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) merupakan kajian mengenai dampak penting suatu usaha atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha atau kegiatan di Indonesia. AMDAL ini dibuat saat perencanaan suatu proyek yang diperkirakan akan memberikan pengaruh terhadap lingkungan hidup di sekitarnya. Dari alasan inilah maka perlu dibuat sebuah rencana pengelolaan lingkungan demi terciptanya keseimbangan antara kepentingan manusia dan kelestarian lingkuangan disekitarnya.
II.    Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, maka rumusan pokok permasalahan dari studi lapangan ini adalah bagaimana dampak pembangunan pasar tradisional Cisalak terhadap lingkungan masyarakat Kota Depok.
III. Pembatasan Masalah
Pembatasan masalah merupakan sebuah tolak ukur penyelesaian masalah. Banyaknya hal yang menjadi pertimbangan berkaitan dengan suatu pokok permasalahan, maka perlu diidentifikasi permasalahan dengan membatasi ruang lingkup dengan menetapkan batasan-batasan sebagai berikut.
1.      Penelitian hanya dilakukan di pasar tradisional.
2.      Penelitian dilakukan di Pasar Cisalak, Depok.
IV. Tujuan
Tujuan penelitian adalah menjelaskan mengenai hal-hal apa saja yang akan dicapai setelah melakukan penelitian yang telah dilaksanakan. Adapun tujuan yang akan dicapai adalah mengetahui dampak pembangunan pasar tradisional Cisalak terhadap lingkungan masyarakat Kota Depok.
V.    Landasan Teori Analisis Dampak Lingkungan
Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) adalah hasil studi atau telaah secara cermat tentang dampak penting suatu kagiatan yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan terhadap kegiatan atau proyek yang akan dilaksanakan, sedangkan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) adalah keseluruhan dari hasil studi yang disusun secara sistematis dan merupakan satu kesatuan dalam bentuk dokumentasi yang diperlukan dalam proses pengambilan keputusan. Dengan adanya AMDAL pengambil keputusan mencoba melihat :
1.      Apakah ada dampak pada kualitas lingkungan hidup yang melampaui batas toleransi yang sudah ditetapkan
2.      Apakah dalam menimbulkan dampak pada proyek lain atau kegiatan lain sehingga dapat menimbulkan komplik
3.      Apakah akan menimbulkan dampak negatif yang tidak dapat ditoleransi serta membahayakan keselamatan masyarakat
4.      Sejauh mana pengaruhnya pada pengelolaan lingkungan yang lebih luas.
Suatu rencana kegiatan dapat dinyatakan tidak layak lingkungan, jika berdasarkan hasil kajian AMDAL, dampak negatif yang timbulkannya tidak dapat ditanggulangi oleh teknologi yang tersedia. Demikian juga, jika biaya yang diperlukan untuk menanggulangi dampak negatif lebih besar daripada manfaat dari dampak positif yang akan ditimbulkan, maka rencana kegiatan tersebut dinyatakan tidak layak lingkungan. Suatu rencana kegiatan yang diputuskan tidak layak lingkungan tidak dapat dilanjutkan pembangunannya.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 27 tahun 1999, pasal 1 ayat 1, AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan. Setiap kegiatan pembangunan secara potensial mempunyai dampak terhadap lingkungan. Dampak-dampak ini harus dipelajari untuk merencanakan upaya mitigasinya. Peraturan Pemerintah No. 51 Tahun 1993 (PP 51/1993) tentang Analisis Mengenal Dampak Lingkungan (AMDAL) menyatakan bahwa studi tersebut harus merupakan bagian dari studi kelayakan dan menghasilkan dokumen-dokumen sebagai berikut:
1.   Kerangka Acuan (KA) ANDAL, yang memuat lingkup studi ANDAL yang dihasilkan dari proses pelingkupan.
2.   Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL), yang merupakan inti studi AMDAL. ANDAL memuat pembahasan yang rinci dan mendalam tentang studi terhadap dampak penting kegiatan yang diusulkan.
3.   Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL), yang memuat usaha-usaha yang harus dilakukan untuk mitigasi setiap dampak lingkungan dari kegiatan yang diusulkan.
4.   Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL), yang memuat rencana pemantauan dampak lingkungan yang akan timbul.
RKL dan RPL merupakan persyaratan mandatory menurut PP 51/1993, sebagai bagian kelengkapan dokumen AMDAL bagi kegiatan wajib AMDAL. Untuk kegiatan yang tidak wajib AMDAL, penanggulangan dampak lingkungan yang timbul memerlukan:
1.   Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL)
2.   Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL)
3.   Pertanggung-jawaban pelaksanaan audit, antara auditor dan manajemen organisasi.
4.   Komunikasi temuan-temuan audit.
5.   Kompetensi audit.
6.   Bagaimana audit akan dilaksanakan.
Sebagai dasar pelaksanaan Audit Lingkungan di Indonesia, telah dikeluarkan Kepmen LH No. 42/MENLH/11/1994 tentang Prinsip-Prinsip dan Pedoman Umum Audit Lingkungan. Dalam Lampiran Kepmen LH No. 41/94 tersebut didefinisikan bahwa:
Audit lingkungan adalah suatu alat pengelolaan yang meliputi evaluasi secara sistematik terdokumentasi, periodik dan obyektif tentang bagaimana suatu kinerja organisasi, sistem pengelolaan dan pemantauan dengan tujuan memfasilitasi kontrol pengelolaan terhadap pelaksanaan upaya pengendalian dampak lingkungan dan pengkajian kelayakan usaha atau kegiatan terhadap peraturan perundang-undangan tentang pengelolaan lingkungan.
Audit Lingkungan suatu usaha atau kegiatan merupakan perangkat pengelolaan yang dilakukan secara internal oleh suatu usaha atau kegiatan sebagai tanggungjawab pengelolaan dan pemantauan lingkungannya. Audit lingkungan bukan merupakan pemeriksaan resmi yang diharuskan oleh suatu peraturan perundang-undangan, melainkan suatu usaha proaktif yang diIaksanakan secara sadar untuk mengidentifikasi permasalahan lingkungan yang akan timbul sehingga dapat dilakukan upaya-upaya pencegahannya.
Dalam kajian AMDAL, yang nantinya akan dilakukan proses adalah dampak positif dan negatif dari suatu rencana kegiatan/proyek, yang dipakai pemerintah dalam memutuskan apakah suatu kegiatan/proyek layak atau tidak layak lingkungan. Dengan mempertimbangkan aspek fisik, kimia, biologi, sosial-ekonomi, sosial budaya dan kesehatan masyarakat, maka kajian dampak positif dan negatif tersebut biasanya disusun. Apabila dalam suatu rencana kegiatan, dampak negatif yang timbulkannya tidak dapat ditanggulangi oleh teknologi yang tersedia, maka kegiatan tersebut dinyatakan tidak layak lingkungan berdasarkan hasil kajian AMDAL.
Sebagaimana yang disebutkan dalam pasal 3 PP no.27 tahun 1999 tentang AMDAL, Usaha dan/atau kegiatan yang kemungkinan dapat menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup meliputi :
1.   pengubahan bentuk lahan dan bentang alam
2.   eksploitasi sumber daya alam baik yang terbaharui maupun yang tak terbaharui
3.   proses dan kegiatan yang secara potensial dapat menimbulkan pemborosan, pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup, serta kemerosotan sumber daya alam dalam pemanfaatannya
4.   proses dan kegiatan yang hasilnya dapat mempengaruhi lingkungan alam, lingkungan buatan, serta lingkungan sosial dan budaya
5.   proses dan kegiatan yang hasilnya akan dapat mempengaruhi pelestarian kawasan konservasi sumber daya dan/atau perlindungan cagar budaya
6.   introduksi jenis tumbuh-tumbuhan, jenis hewan, dan jenis jasad renik
7.   pembuatan dan penggunaan bahan hayati dan non hayati
8.   penerapan teknologi yang diperkirakan mempunyai potensi besar untuk mempengaruhi lingkungan hidup
9.   kegiatan yang mempunyai resiko tinggi, dan atau mempengaruhi pertahan negara.

Demikian juga, jika biaya yang diperlukan untuk menanggulangi dampak negatif lebih besar daripada manfaat dari dampak positif yang akan ditimbulkan, maka rencana kegiatan tersebut dinyatakan tidak layak lingkungan. Suatu rencana kegiatan yangdiputuskan tidak layak lingkungan tidak dapat dilanjutkan pembangunannya.
AMDAL bermanfaat untuk menjamin suatu usaha atau kegiatan pembangunan agar layak secara lingkungan. Dengan AMDAL, suatu rencana usaha dan/atau kegiatan pembangunan diharapkan dapat meminimalkan kemungkinan dampak negatif terhadap lingkungan hidup, dan mengembangkan dampak positif, sehingga sumber daya alam dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan (sustainable). Pihak-pihak yang berkepentingan dalam proses AMDAL adalah Pemerintah, pemrakarsa, masyarakat yang berkepentingan.
Komisi Penilai AMDAL adalah komisi yang bertugas untuk menilai dokumen AMDAL. Adapun aspek-aspek yang dinilai adalah aspek kelengkapan dan kualitas kajian dalam dokumen AMDAL. Tugas Komisi Penilai AMDAL adalah menilai Kerangka Acuan ANDAL (KA_ANDAL), Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL), Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL), Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL). Prosedur AMDAL terdiri dari:
1.      Proses penapisan (screening) wajib AMDAL
Proses penapisan atau kerap juga disebut proses seleksi wajib AMDAL adalah proses untuk menentukan apakah suatu rencana kegiatan wajib menyusun AMDAL atau tidak.
2.      Proses pengumuman
Setiap rencana kegiatan yang diwajibkan untuk membuat AMDAL wajib mengumumkan rencana kegiatannya kepada masyarakat sebelum pemrakarsa melakukan penyusunan AMDAL. Pengumuman dilakukan oleh instansi yang bertanggung jawab dan pemrakarsa kegiatan. Tata cara dan bentuk pengumuman serta tata cara penyampaian saran, pendapat dan tanggapan diatur dalam Keputusan Kecisalaka BAPEDAL Nomor 08/2000 tentang Keterlibatan Masyarakat dan Keterbukaan Informasi dalam Proses AMDAL.
3.      Proses pelingkupan (scoping)
Pelingkupan merupakan suatu proses awal (dini) untuk menentukan lingkup permasalahan dan mengidentifikasi dampak penting (hipotetis) yang terkait dengan rencana kegiatan. Tujuan pelingkupan adalah untuk menetapkan batas wilayah studi, mengidentifikasi dampak penting terhadap lingkungan, menetapkan tingkat kedalaman studi, menetapkan lingkup studi, menelaah kegiatan lain yang terkait dengan rencana kegiatan yang dikaji. Hasil akhir dari proses pelingkupan adalah dokumen KA-ANDAL. Saran dan masukan masyarakat harus menjadi bahan pertimbangan dalam proses pelingkupan.
4.      Penyusunan dan penilaian KA-ANDAL
Setelah KA-ANDAL selesai disusun, pemrakarsa dapat mengajukan dokumen kepada Komisi Penilai AMDAL untuk dinilai. Berdasarkan peraturan, lama waktu maksimal penilaian KA-ANDAL adalah 75 hari di luar waktu yang dibutuhkan penyusun untuk memperbaiki/menyempurnakan kembali dokumennya.
5.      Penyusunan dan penilaian ANDAL, RKL, dan RPL
Penyusunan ANDAL, RKL, dan RPL dilakukan dengan mengacu pada KA-ANDAL yang telah disepakati (hasil penilaian Komisi AMDAL). Setelah selesai disusun, pemrakarsa dapat mengajukan dokumen kepada Komisi Penilai AMDAL untuk dinilai. Berdasarkan peraturan, lama waktu maksimal penilaian ANDAL, RKL dan RPL adalah 75 hari di luar waktu yang dibutuhkan penyusun untuk memperbaiki/menyempurnakan kembali dokumennya.
6.      Persetujuan Kelayakan Lingkungan
VI. Metodologi Penelitian
Metodologi penelitian merupakan suatu gambaran pembuatan tugas mengenai pengetahuan lingkungan yang dilakukan di Pasar Cisalak, dari proses pembuatan hingga selesai yang berupa diagram alir. Adapun flowchart yang ada adalah sebagai berikut.
Gambar 1. Flowchart Metodologi Penulisan
Penjelasan Flowchart Metodologi Penelitian
Metodologi yang digunakan dalam penulisan laporan ini, yaitu menggunakan bentukflowchart. Langkah pertama yang dapat dilakukan yaitu adalah inisialisasi, maksudnya adalah menentukan apa yang akan dilakukan. selanjutnya yaitu menentukan pasar amana yang akan dilakukan penelitian. setelah mendapatkan lokasinya, maka selanjutnya dapat dilakukan survey terhadap pedagang yang berada di pasar yang telah ditentukan. pasar yang dituju kali ini yaitu pasar cisalak.
Survei pasar yang dilakukan didapatkan wawancara dari penjual, pembeli serta masyarakat yang berada disekitar pasar cisalak depok. Wawancara dilakukan terhadap 5 orang yang berada disekitar pasar kemiri depok. Langkah selanjutnya dilakukan pembuatan tugas penulisan terhadap penelitian yang dilakukan, jika wawancara yang dilakukan kurang untuk melengkapi pembuatan tugas ini, maka dilakukan wawancara lagi hingga data yang dibutuhkan dapat terpenuhi.
Melakukan pembuatan laporan harus diimbangi dengan studi literatur yang mendukung, studi literatur berfungsi untuk melengkapi laporan yang dibuat agar tidak melenceng dari peraturan yang ada. Studi literatur disini seperti buku yang terdapat di perpustakaan, internet dan lain-lain yang mendukung pembuatan laporan ini. Kesimpulan ini merupakan hasil yang ingin dicapai pada tujuan yang telah ditetapkan pada saat melakukan pembahasan.
VII.          Wawancara Mengenai Analisis Dampak Lingkungan
Lingkungan yang ingin diamati adalah lingkungan pasar tradisional, karena menurut kami pasar-pasar tradisional yang ada di Indonesia khususnya di daerah Depok ini menyebabkan permasalahan terhadap lingkungan disekitarnya. Misalnya adalah dengan baunya yang tidak sedap, sampah yang ada dimana-mana, becek, dan lain-lain. Kami melakukan survey langsung ke salah satu pasar tradisional yang ada di daerah cisalak dan melakukan wawancara dengan warga sekitar serta pedagang dan pembeli yang ada di daerah tersebut.
Tujuan dari dilakukannya wawancara adalah untuk melakukan analisis keadaan sebelum dan sesudah dibangunnya pasar tersebut, apakah dengan dibangunnya pasar tersebut menimpulkan dampak terhadap lingkungan yang ada disekitarnya atau tidak. Berikut dibawah ini adalah hasil wawancara yang telah dilakukan.
1.        Sudah berapa lama anda berdagang di pasar ini?
Jawab: sudah 5-6 tahun
2.        Apakah perbedaan yang anda rasakan terhadap keadaan pasar saat ini dengan 6 tahun lalu?
Jawab: ya perbedaannya yaitu kondisi pasar yang semakin ramai dan infrastruktur yang semakin tidak tertata serta fasilitas yang disediakan masih jauh dari kata baik.
3.        Bagaimana kondisi yang anda rasakan di pasar saat ini?
Jawab: kondisi di pasar ini cukup padat, kemudian kalau hujan dapat menimbulkan becek atau genangan-genangan serta bau yang tidak sedap.
4.        Apa keluhan anda terhadap pengelola pasar?
Jawab: yaa kaloo bisa sih fasilitas umumnya ditingkatkan seperti kamar mandi, disediakan tempat sampah, saluran air yang baik, lahan parker yang memadai, dan lain-lain.
5.        Selain kondisi lingkungan, adakah masalah-masalah lain yang timbul karena disebabkan oleh pasar ini?
Jawab: masalah lain yang timbul itu kemacetan yang terjadi di depan pasar karena sebagian jalan yang diambil oleh pedagang untuk berjualan yang menyebabkan penumpukan kendaraan dan penyempitan jalan.
6.        Apa harapan anda terhadap pasar ini?
Jawab: yaa harapan saya sih semoga pasar ini tetap ramai oleh pengunjung dan tetap menjadi pilihan konsumen untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari sehingga pasar tradisional tidak kalah bersaing dengan pasar-pasar modern.
Selain melakukan wawancara, juga ditampilkan foto-foto yang menggambarkan kondisi pasar cisalak. berikut dibawah ini adalah foto-foto tersebut.
Gambar 2. Foto Lokasi Bagian Depan Pasar Cisalak
Gambar 3. Foto Lokasi Bagian Dalam Pasar Cisalak
Gambar 4. Foto Pedagang yang Berada Di Pasar Cisalak
Gambar 5. Foto Lokasi Gerbang Masuk Pasar Cisalak
Gambar 6. Foto Lokasi Disekitar Jalan Masuk Pasar Cisalak
VIII.       Hasil Survey
Hasil survey yang telah dilakukan melalui wawancara pada pedagang yang berjualan di Pasar Cisalak yang terletak di Jalan Raya Bogor, Depok, Jawa barat menyatakan bahwa terdapat dampak dari adanya pasar tersebut. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) terhadap Pasar Cisalak, Depok dilakukan berdasarkan wawancara pada pedagang untuk mengetahui dampak apa saja yang terjadi dengan didirikannya Pasar Cisalak. Adapun hasil yang diperoleh dari survey tersebut adalah sebagai berikut:
1.      Jumlah masyarakat yang dirugikan oleh dampak lingkungan pembangunan Pasar Cisalak, Depok ini cukup besar. Antara lain yaitu pedagang, pembeli, masyarakat sekitar, pengguna jalan/pengendara kendaraan bermotor, dan lain-lain.
2.      Banyak komponen lingkungan hidup yang terkena dampak lingkungan pembangunan Pasar Cisalak, Depok. 4 komponen tersebut antara lain ialah manusia, hewan, tumbuhan, dan lingkungan.
3.      Warga sekitar yang terkena dampak lingkungan pembangunan Pasar Cisalak ialah cukup lama dan belum terselesaikan.
4.      Para pengguna jalan yang mengeluh karena sebagian bahu jalan yang dijadikan tempat berjualan oleh pedagang pasar yang menyebabkan kemacetan.
5.      Masyarakat sekitar yang mengeluh akan bau yang tidak sedap serta polusi.
IX. Analisis Hasil Survey
Setelah melakukan wawancara pedagang yang berada di Pasar Tradisional Cisalak, dapat disimpulkan bahwa Pasar Cisalak merupakan pasar yang cukup ramai dan besar di Kota Depok, dikarenakan lokasinya yang strategis. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan, keberadaan pasar yang ini menimbulkan dampak negatif maupun positif bagi masyarakat yang berada di sekitar lingkungan pasar. Dampak Positifnya yaitu Meningkatkan pendapatan asli daerah bagi bidang pajak dan retribusi pasar bagi kota Depok, Banyaknya masyarakat yang terlibat dalam usaha sekitar pasar sebagai luapan pendapatan dari keberadaan Pasar Cisalak Depok, perekonomian masyarakat meningkat di bidang perdagangan. Dampak Negatifnya yaitu daerah Pasar Cisalak sering terdapat genangan air akibat saluran air tersumbat, Kondisi arus lalulintas di depan pasar juga  selalu macet akibat padatnya volume kendaraan dan kurang tertibnya pengguna jalan. Dampak negatif lainnya juga adalah berupa bau tak sedap akibat pengolahan limbah yang buruk dari aktivitas pedagang yang membuang sampah membusuk. Terbentuknya pemukiman kumuh juga merupakan dampak negatif lainnya yang disebabkan banyaknya permintaan permukiman adakalanya masyarakat enggan mempertimbangkan kenyamanan dan keasrian lingkungan sehingga terkesan kumuh.
Dampak yang ditimbulkan dari keberadaan pasar juga mempengaruhi tumbuhan yang ada disekitarnya. Tumbuhan banyak yang layu akibat dari efek polusi kendaraan yang banyak terjebak macet disekitar pasar. Pohon juga banyak yang ditebang untuk lahan pedagang yang bertambah. Sejumlah aktivitas yang banyak di kawasan pasar kemiri seperti aktivitas jual beli juga otomatis berdampak bertambahnya populasi manusia di kawasan tersebut terutama pada jam kerja berdagang. Hewan yang banyak dijumpai di kawasan pasar kemiri yaitu ayam. Banyak penjual ayam hidup di kawasan tersebut.
Kemacetan pada kawasan Pasar Cisalak Depok biasanya terjadi pada pagi dan sore hari sekitar pukul 08.00 dan pukul 17.00 WIB. Untuk masalah dampak banjir, biasanya terjadi hanya pada musim hujan dengan intesitas besar saja. Pemerintah setempat juga akhir-akhir ini sedang menggalakkan gerakan aksi bersih untuk meminimalisasi kejadian banjir yang diakibatkan dari banyaknya sampah.
Udara di kawasan Pasar kemiri depok ikut tercemar yang diakibatkan dari polusi udara karena macet dan polusi udara dari pengolahan sampah yang tak sempurna dari banyak pedagang yang menyebabkan aroma tak sedap. Pengolahan sampah tak sempurna tersebut juga mengakibatkan air yang digunakan di kawasan tersebut sebagian terkontaminasi.
X.    Kesimpulan
      Kesimpulan dari analisis mengenai dampak lingkungan yang di bahas adalah untuk menjelaskan mengenai hal-hal apa saja yang akan dicapai setelah melakukan penelitian yang telah dilaksanakan. Adapun kesimpulan yang didapat adalah sebagai berikut:
1.                  Terdapat dampak negative dan juga dampak positif karena pasar tersebut.
2.                  Dapat diketahui penyebab apa saja yang ditimbulkan oleh Pasar Cisalak dan dapat menanggulanginya.
3.                  Sebagai tempat menampung aspirasi atau keluhan para pedagang, pembeli, serta masyarakat yang ada disekitar pasar.
XI. Saran
Saran untuk pengelolaan masalah lingkungan di Pasar Cisalak ini yaitu pihak pasar perlumelakukan tindakan perbaikan sistem pasar tersebut agar tidak lagi terjadi hal-hal yang merugikan warga seperti lebih memperhatikan kebersihan, ketertiban, keamanan, dan menambahkan fasilitas-fasilitas umum lainnya serta dapat melakukan penanggulangan terhadap kemacetan yang terjadi di depan pasar. Pihak pemerintah juga seharusnya dapat lebih responsif terhadap masalah lingkungan daerahnya ini.

Polemik Hak Cipta Tinggal Kenangan

Gonjang ganjing mengenai banyaknya pihak yang mengklaim lagu Tinggal Kenangan sebagai lagu ciptaannya. Lagu Tinggal Kenangan yang konon katanya merupakan ciptaan dari seorang wanita yang bernama Geby yang katanya sudah meninggal karena bunuh diri lantaran ditinggal meninggal kekasihnya yang kecelakan lalu lintas. Perbutan klaim mengklaim hak cipta lagu tersebut belum menyentuh kasanah hukum hak cipta, masih bergutat pada media massa.
Maka bagaimana hukum hak cipta memandang tentang gonjang ganjing permasalahan tersebut. Masyarakat harus mengertian terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan hak cipta. Menilik pengertian hak cipta secara yuridis, kita dapat lihat dalam Pasal 1 butir 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta (yang disingkat dengan UUHC 2002) menyebutkan bahwa hak cipta adalah “hak eksklusif” bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Jadi, unsur-unsur hak cipta dari defenisi di atas dapat di bagi atas tiga, yaitu: a. hak memperbanyak (reproduction right); b. hak mengumunkan (publishing right); c. hak memberi izin untuk memperbanyak dan mengumumkan (assignment right)
Sesuai dengan yang diatur pada Bab IV UUHC 2002, pendaftaran hak cipta diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Ditjen HKI), yang kini berada di bawah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (Dephum dan HAM). Pencipta atau pemilik hak cipta dapat mendaftarkan langsung ciptaannya kepada intansi di atas maupun melalui konsultan HKI. Permohonan pendaftaran hak cipta dikenakan biaya (UUHC 2002 Pasal 37 ayat (2)). Lebih lanjut mengenai prosedur pendaftaran hak cipta diatur dalam Peraturan Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor: M.01-HC.03.01 Tahun 1987 tentang Pendaftaran Ciptaan.
Di Indonesia, pendaftaran ciptaan bukan merupakan suatu keharusan bagi pencipta atau pemegang hak cipta dalam artian tidak wajib untuk didaftarkan. Timbulnya perlindungan suatu ciptaan dimulai sejak ciptaan itu ada atau terwujud dan bukan karena pendaftaran ciptaan tersebut kepada instansi yang ditunjuk untuk itu. Namun demikian, surat pendaftaran ciptaan dapat dijadikan sebagai alat bukti awal di pengadilan apabila timbul sengketa di kemudian hari terhadap ciptaan. Hal ini senada dengan Penjelasan Pasal 5 ayat 2 UUHC 2002 yang menerangkan bahwa “pada prinsipnya hak cipta diperoleh bukan karena pendaftaran, tetapi dalam hal terjdai sengketa di pengadilan mengenai ciptaan yang terdaftar dan yang tidak terdaftar sebagaimana dimaksud pada ketentuan ayat (1) huruf a dan huruf b serta apabila pihak-pihak yang berkepentingan dapat membuktikan kebenarannya, hakim dapat menentukan Pencipta yang sebenarnya berdasarkan pembuktian tersebut”.
Dengan uraian tersebut terlihatlah bahwa pendaftaran hak cipta merupakan formalitas untuk memudahkan untuk membuktikan bahwa ciptaan yang dihasilkan merupakan milik pencipta bila terjadi sengketa. Namun tanpa pendaftaranpun hak cipta sudah dilindungi sebenarnya sejak ciptaan tersebut dipublikasikan didepan umum dan hal itu dapat dibuktikan.
Oleh karena itu untuk mengakhiri konflik yang saling mengklaim lagu Tinggal Kenangan lebih baik masuk kekasanah hukum (pengadilan). Hal ini untuk dapat dibuktikan secara hukum siapa yang sebenarnya yang berhak atas ciptaan tersebut. Dengan putusan hakim yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkrah van gewijk) dapat mengikat semua orang sehingga hak-hak dari pencipta dapat dilindungi.
Sebagai tambahan untuk diketahui bahwa Hak cipta atas lagu memiliki waktu perlindungan selama hidup penciptanya dan terus berlangsung hingga 50 (lima puluh) tahun setelah pencipta meninggal dunia (Pasal 29 ayat (1) UUHC 2002).

SUMBER : http://donifjambaksh.blogspot.com/2008/06/polemik-hak-cipta-tinggal-kenangan_25.html

TANGGAPAN : Menurut saya, melalui jalur hukum (pengadilan) adalah jalan terbaik untuk mengakhiri polemik yang berkelanjutan tentang hak cipta lagu “tinggal kenangan” untuk membuktikan siapa yang berhak atas ciptaan tersebut dengan putusan hakim yang telah mempunyai kekuatan hukum. Siapa yang mempunyai bukti yang kuat, dialah yang berhak memiliki hak cipta lagu “tinggal kenangan” tersebut dengan perlindungan selama hidup penciptanya.

Doktrin Hitam Putih by: PIECE OF CRIME

layaknya sang pujangga yang tak pernah tau arti dari bahagia
cerahnya mentari pun tak mampu
goyahkan rasa ini yang sempurna

ku tau ini fana serasa ku disurga
ingin ku diri mu sadar akan inginku

reff:
kau racuni fikiranku dengan sosok hitam putihmu
yang indahnya hilangkan kehampaan
walau kecil harapanku tuk dapatkan arti dirimu
ku takkan menyerah

betapa indah sang putri berikan sebuah fantasi buatku terobsesi
menatap indahmu pun ku tak kuasa
untaian kata tak sanggup kuberikan untuknya

Makna lagu “Indonesia Raya”

1. Indonesia tanah airku.

Memiliki makna : Kalimat ini menanamkan kesadaran,
a. Bahwa setiap warga memiliki tanah air yaitu Indonesia,
b. Bahwa setiap warga memiliki hak dan kewajiban terhadap tanah airnya.
c. Bahwa setiap warga mengaktualisasikan dirinya dalam upaya merealisasikan makna sumpah pemuda.

2. Tanah tumpah darahku.

Memiliki makna : Kalimat ini menanamkan kesadaran:
a. Bahwa setiap warga telah memiliki wadah/ruang/tempat, yaitu di tanah yang termasuk wilayah Indonesia.
b. Bahwa Tanah Air Indonesia adalah tempat untuk berusaha, berjuang, dan berdarma bakti dengan kerja keras membanting tulang, menguras keringat dan air mata, sampai menumpahkan darah.

3. Disanalah aku berdiri

Memiliki makna :

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

 

 

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Kalimat ini menanamkan kesadaran:
a. Bahwa setiap warga telah berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan bangsa lainnya.
b. Bahwa di tanah air Indonesia kita semua memiliki derajat yang sama dengan bangsa lainnya di dunia ini.

4. Jadi pandu ibuku.

Memiliki makna :

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

 

 

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Kalimat ini menanamkan kesadaran:
a. Bahwa pemerintahan yang sah, mempunyai tanggung jawab yang sangat besar dalam berperan menjadi pandu/penuntun/pembimbing bagi semua warga negaranya untuk meningkatkan kesejahteraan semua warganya
b. Bahwa sikap setiap warga terhadap ibu pertiwi harus bersikap sama seperti sikapnya terhadap ibu kandung/orang tua.

5. Indonesia kebangsaanku, bangsa dan tanah airku.

Memiliki makna :

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

 

 

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Kedua kalimat ini menanamkan kesadaran:
a. Bahwa setiap warga memiliki kebangsaan yaitu berbangsa Indonesia, berkewarganegaraan Indonesia.
b. Bahwa setiap warga bersikap tegas dalam pengakuannya berkebangsaan Indonesia dan bertanah air Indonesia.

6. Marilah kita berseru, Indonesia bersatu.

Memiliki makna :

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

 

 

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Kedua kalimat ini menanamkan kesadaran:
a. Bahwa setiap warga berseru, bersikap dan berusaha membina persatuan dan kesatuan Indonesia agar Indonesia benar-benar bersatu, baik melalui sikap, kata, tingkah laku dan perbuatan sehari-hari.
b. Bahwa setiap warga berusaha sedapat mungkin menjauhkan semua hal yang dapat memecah belah Indonesia.

7. Hiduplah tanahku, hiduplah negriku, bangsaku, rakyatku semuanya.

Memiliki makna :

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

 

 

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Bait ini terdiri dari empat kalimat menanamkan kesadaran:
a. Bahwa setiap warga selalu berusaha agar Indonesia menjadi tanah air yang hidup untuk waktu yang tidak terbatas.
b. Bahwa setiap warga, setiap rakyat , semuanya, harus menjadi penduduk yang benar-benar hidup, benar-benar dinamis dan kreatif untuk merubah keadaan, agar keadaan selalu berubah menjadi lebih baik
c. Bahwa semua rakyat, semua warga berusaha agar jangan sampai rakyat mati dan berusaha agar Indonesia jangan sampai mati, punah atau bubar.

8. Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya.

Memiliki makna :

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

 

 

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Kedua kalimat ini menanamkan kesadaran:
a. Bahwa setiap warga lebih mengutamakan dalam berusaha membangun jiwa kebangsaan, ruh nasionalisme, semangat berbangsa dan bernegara, mental spiritual dengan sangat prima, dan menjadi prioritas utama.
b. Bahwa setiap warga juga membangun badannya, melaksanakan pembangunan fisik dengan sangat maksimal untuk kesejahteraan lahir batin.

9. Untuk Indonesia raya.

Memiliki makna :

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

 

 

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Kalimat ini menanamkan kesadaran:
a. Bahwa setiap warga dalam berusaha di semua bidang, harus merupakan bagian kegiatan yang integral dalam suatu strategi besar untuk pembangunan Indonesia seutuhnya.
b. Bahwa semua warga dalam melaksanakan usahanya dalam bidang apapun harus maju bersama, berjalan seiring menuju Indonesia Raya, harus saling bersinergi, dan harus diupayakan tidak boleh ada yang saling menghambat.

10. Indonesia raya merdeka merdeka.

Memiliki makna :

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

 

 

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Dalam kalimat ini kata merdeka diucapkan dua kali, menanamkan kesadaran:
a. Bahwa seluruh wilayah Indonesia harus benar-benar merdeka, tidak ada lagi penjajahan, penyerobotan dari pihak asing, tidak ada penguasaan daerah oleh pihak asing.
b. Bahwa setiap warga harus berusaha untuk tidak ada lagi penjajahan di seluruh wilayah Indonesia dalam bentuk apapun, dalam bidang apapun.

11. Tanahku, negriku yang kucinta.

Memiliki makna :

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

 

 

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Kalimat ini menanamkan kesadaran:
Bahwa setiap warga dalam semua usahanya untuk berprestasi, berproduksi, berkreasi, berinovasi berdasarkan atas cintanya kepada negerinya dan tanah airnya.

12. Hiduplah Indonesia raya.

Memiliki makna :

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

 

 

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Kalimat ini menanamkan kesadaran:
Bahwa cita-cita tertinggi dari setiap warga adalah Indonesia mampu berjuang hidup untuk waktu yang tidak terbatas, mampu bersaing dalam globalisasi internasional di semua bidang. Dan Indonesia hidup terus menjadi negara yang besar dan menjadi negara yang disenangi dunia internasional.

 

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

 

 

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Kalimat ini menanamkan kesadaran:
a. Bahwa setiap warga telah berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan bangsa lainnya.
b. Bahwa di tanah air Indonesia kita semua memiliki derajat yang sama dengan bangsa lainnya di dunia ini.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.