Skip to content

Tawuran Warga Johar Baru

October 4, 2011

Tawuran warga kembali terjadi di Johar Baru, Jakarta Pusat, minggu (23/1) petang. Kali ini, tawuran terjadi antara warga Kelurahan Johar Baru dan warga Kelurahan Kampung Rawa Sawa. Saling lempar batu, botol, serat pecahan kaca mewarnai perkelahian massal ini. Bahkan, beberapa warga menggunakan senjata tajam untuk saling menyerang.

Darmadi menerangkan tawuran ini diprovokasi 20 orang berhelm yang mendadak datang dari Kelurahan Johar Baru. Dia mengatakan para pria berhelm itu amat agresif melempar mercon dan bom molotov. Warga RW 02 yang tidak terima kemudian membalas dengan melempar batu dan bongkahan kayu. Tawuran mulai mereda pada jam 9 malam, saat gas air mata ditembakkan Kepolisian Jakarta Pusat.

Yang membuat Darmadi heran, aksi tawuran bergeser dari lokasi langganan tawuran. Biasanya, tawuran terjadi di Jalan Kampung Rawa Selatan VI yang populer dengan nama Jalan T. “Seperti diskenariokan. Tawuran jadi semakin meluas,” tuturnya.

Camat Johar Baru, Suyanto Budiroso, mengharapkan polisi menindak tegas para pelaku. Menurutnya, alat tawuran bom molotov, mercon, dan anak panah bisa dijadikan barang bukti untuk proses hukum lebih lanjut. Persoalannya, kata Budi, selama ini polisi cuma menangkap pelaku dan melepasnya kembali keesokan harinya. “Cuma formalitas,” ujarnya di kesempatan terpisah, Senin, 9 Mei 2011.

Budi mengatakan pihaknya terus berupaya mendorong beberapa kasus tawuran agar dimejahijaukan. Sayangnya, beberapa bukti yang warga kumpulkan kerap dimentahkan begitu saja pihak polisi. “Misalnya, ada provokator bernama Kubil yang bilang pembuatan panah di wilayah Tanah Kosong. Namun, keterangan ini tidak digubris polisi,” ungkap Budi.

Menurut Budi, pihaknya mengkhawatirkan bahwa tawuran ini adalah skenario dari para bandar judi dan narkoba. Pasalnya, tawuran yang terjadi dinilainya memiliki tipe dan ritme waktu yang cenderung sama, yakni malam dan subuh. “Kemudian yang menjadi korban adalah warga Johar Baru,” ujar Budi.
Polisi yang datang ke lokasi tawuran sempat kewalahan saat akan membubarkan tawuran ini. Namun, warga tidak memedulikan polisi dan terus saja saling serang. Polisi akhirnya mengeluarkan gas air mata untuk meredakan amarah warga. Tawuran yang berlangsung kurang lebih dua jam ini bisa dihentikan.

Belasan warga luka-luka dan sejumlah rumah rumah akibat tawuran ini. Sejumlah warga yang terlibat tawuran juga ditangkap polisi. Namun, upaya ini berusaha dicegah warga. Sementara warga yang sebagian ibu-ibu berteriak histeris dan memohon kepada polisi untuk segera menyelesaikan pertikaian.

 

Sumber : http://www.tempo.co/hg/kriminal/2011/05/09/brk,20110509-333098,id.html

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: