Skip to content

PENGETAHUAN LINGKUNGAN MENGENAI ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN PASAR TRADISIONAL CISALAK

July 3, 2013

I.       Latar Belakang

Lingkungan merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupuan manusia. Hal ini dikarenakan dimana seseorang hidup maka akan tercipta suatu lingkungan yang berbeda dan sebaliknya. Akhir-akhir ini sering kali ditemukannya suatu pengrusakan lingkungan oleh manusia dengan alasan pemanfaatan untuk menghasilkan materi yang lebih, secara tidak langsung tindakan ini akan mengakibatkan terkikisnya lingkungan dan mengancam pada kelangsungan hidup manusia. Disamping itu keteloderan manusia dalam pendirian bangunan dengan tanpa memperhatikan dampak dari usaha atau industri yang akan berlangsung dibangunan tersebut juga akan merusak lingkungan fisik dan biologis secara perlahan dan tidak langsung. Pasar merupakan kegiatan ekonomi yang termasuk salah satu perwujudan adaptasi manusia terhadap lingkungannya. Hal ini didasari atau didorong oleh faktor perkembangan  ekonomi yang pada awalnya hanya bersumber pada problem untuk memenuhi kebutuhan hidup (kebutuhan pokok). Manusia sebagai makhluk sosial dalam perkembangannya juga menghadapi kebutuhan sosial untuk mencapai kepuasan atas kekuasaan, kekayaan dan martabat. Pasar adalah tempat dimana terjadi  interaksi antara penjual dan pembeli. Pasar merupakan  pusat dan ciri pokok dari jalinan tukar-menukar yang menyatukan seluruh kehidupan ekonomi.
Pasar cisalak merupakan salah satu pasar tradisional yang masih bertahan di Kota Depok.  Keberadaannya didaerah yang strategis membuat pasar ini bertahan ditangah-tengah masyarakat yang terus berkembang. Pasar cisalak merupakan salah satu pasar yang paling ramai, yang setiap hari dikunjungi orang dari berbagai penjuru Depok. Pasar Cisalak masih termasuk dalam kategori pasar tradisional, area parkir yang ruwet, jalanan yang becek serta bau yang tidak sedap terutama di blok sayur dan ikan terasa kurang nyaman apalagi bagi orang yang terbiasa berbelanja di supermarket dan sebagainya.
Oleh sebab itu, perlu dilakukan suatu usaha untuk melestarikan kualitas lingkungan yang dapat dilakukan dengan berbagai cara, sejak mulai penyusunan rencana pembangunan daerah sampai setelah proyek-proyek pembangunan dijalankan. Dengan adanya perencanaan hal-hal yang mungkin bisa mengantisipasi timbulnya dampak buruk pada lingkungan sekitar maka kerusakan lingkungan akan dapat dikurangi atau bahkan dicegah sama sekali. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) merupakan kajian mengenai dampak penting suatu usaha atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha atau kegiatan di Indonesia. AMDAL ini dibuat saat perencanaan suatu proyek yang diperkirakan akan memberikan pengaruh terhadap lingkungan hidup di sekitarnya. Dari alasan inilah maka perlu dibuat sebuah rencana pengelolaan lingkungan demi terciptanya keseimbangan antara kepentingan manusia dan kelestarian lingkuangan disekitarnya.
II.    Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, maka rumusan pokok permasalahan dari studi lapangan ini adalah bagaimana dampak pembangunan pasar tradisional Cisalak terhadap lingkungan masyarakat Kota Depok.
III. Pembatasan Masalah
Pembatasan masalah merupakan sebuah tolak ukur penyelesaian masalah. Banyaknya hal yang menjadi pertimbangan berkaitan dengan suatu pokok permasalahan, maka perlu diidentifikasi permasalahan dengan membatasi ruang lingkup dengan menetapkan batasan-batasan sebagai berikut.
1.      Penelitian hanya dilakukan di pasar tradisional.
2.      Penelitian dilakukan di Pasar Cisalak, Depok.
IV. Tujuan
Tujuan penelitian adalah menjelaskan mengenai hal-hal apa saja yang akan dicapai setelah melakukan penelitian yang telah dilaksanakan. Adapun tujuan yang akan dicapai adalah mengetahui dampak pembangunan pasar tradisional Cisalak terhadap lingkungan masyarakat Kota Depok.
V.    Landasan Teori Analisis Dampak Lingkungan
Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) adalah hasil studi atau telaah secara cermat tentang dampak penting suatu kagiatan yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan terhadap kegiatan atau proyek yang akan dilaksanakan, sedangkan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) adalah keseluruhan dari hasil studi yang disusun secara sistematis dan merupakan satu kesatuan dalam bentuk dokumentasi yang diperlukan dalam proses pengambilan keputusan. Dengan adanya AMDAL pengambil keputusan mencoba melihat :
1.      Apakah ada dampak pada kualitas lingkungan hidup yang melampaui batas toleransi yang sudah ditetapkan
2.      Apakah dalam menimbulkan dampak pada proyek lain atau kegiatan lain sehingga dapat menimbulkan komplik
3.      Apakah akan menimbulkan dampak negatif yang tidak dapat ditoleransi serta membahayakan keselamatan masyarakat
4.      Sejauh mana pengaruhnya pada pengelolaan lingkungan yang lebih luas.
Suatu rencana kegiatan dapat dinyatakan tidak layak lingkungan, jika berdasarkan hasil kajian AMDAL, dampak negatif yang timbulkannya tidak dapat ditanggulangi oleh teknologi yang tersedia. Demikian juga, jika biaya yang diperlukan untuk menanggulangi dampak negatif lebih besar daripada manfaat dari dampak positif yang akan ditimbulkan, maka rencana kegiatan tersebut dinyatakan tidak layak lingkungan. Suatu rencana kegiatan yang diputuskan tidak layak lingkungan tidak dapat dilanjutkan pembangunannya.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 27 tahun 1999, pasal 1 ayat 1, AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan. Setiap kegiatan pembangunan secara potensial mempunyai dampak terhadap lingkungan. Dampak-dampak ini harus dipelajari untuk merencanakan upaya mitigasinya. Peraturan Pemerintah No. 51 Tahun 1993 (PP 51/1993) tentang Analisis Mengenal Dampak Lingkungan (AMDAL) menyatakan bahwa studi tersebut harus merupakan bagian dari studi kelayakan dan menghasilkan dokumen-dokumen sebagai berikut:
1.   Kerangka Acuan (KA) ANDAL, yang memuat lingkup studi ANDAL yang dihasilkan dari proses pelingkupan.
2.   Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL), yang merupakan inti studi AMDAL. ANDAL memuat pembahasan yang rinci dan mendalam tentang studi terhadap dampak penting kegiatan yang diusulkan.
3.   Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL), yang memuat usaha-usaha yang harus dilakukan untuk mitigasi setiap dampak lingkungan dari kegiatan yang diusulkan.
4.   Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL), yang memuat rencana pemantauan dampak lingkungan yang akan timbul.
RKL dan RPL merupakan persyaratan mandatory menurut PP 51/1993, sebagai bagian kelengkapan dokumen AMDAL bagi kegiatan wajib AMDAL. Untuk kegiatan yang tidak wajib AMDAL, penanggulangan dampak lingkungan yang timbul memerlukan:
1.   Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL)
2.   Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL)
3.   Pertanggung-jawaban pelaksanaan audit, antara auditor dan manajemen organisasi.
4.   Komunikasi temuan-temuan audit.
5.   Kompetensi audit.
6.   Bagaimana audit akan dilaksanakan.
Sebagai dasar pelaksanaan Audit Lingkungan di Indonesia, telah dikeluarkan Kepmen LH No. 42/MENLH/11/1994 tentang Prinsip-Prinsip dan Pedoman Umum Audit Lingkungan. Dalam Lampiran Kepmen LH No. 41/94 tersebut didefinisikan bahwa:
Audit lingkungan adalah suatu alat pengelolaan yang meliputi evaluasi secara sistematik terdokumentasi, periodik dan obyektif tentang bagaimana suatu kinerja organisasi, sistem pengelolaan dan pemantauan dengan tujuan memfasilitasi kontrol pengelolaan terhadap pelaksanaan upaya pengendalian dampak lingkungan dan pengkajian kelayakan usaha atau kegiatan terhadap peraturan perundang-undangan tentang pengelolaan lingkungan.
Audit Lingkungan suatu usaha atau kegiatan merupakan perangkat pengelolaan yang dilakukan secara internal oleh suatu usaha atau kegiatan sebagai tanggungjawab pengelolaan dan pemantauan lingkungannya. Audit lingkungan bukan merupakan pemeriksaan resmi yang diharuskan oleh suatu peraturan perundang-undangan, melainkan suatu usaha proaktif yang diIaksanakan secara sadar untuk mengidentifikasi permasalahan lingkungan yang akan timbul sehingga dapat dilakukan upaya-upaya pencegahannya.
Dalam kajian AMDAL, yang nantinya akan dilakukan proses adalah dampak positif dan negatif dari suatu rencana kegiatan/proyek, yang dipakai pemerintah dalam memutuskan apakah suatu kegiatan/proyek layak atau tidak layak lingkungan. Dengan mempertimbangkan aspek fisik, kimia, biologi, sosial-ekonomi, sosial budaya dan kesehatan masyarakat, maka kajian dampak positif dan negatif tersebut biasanya disusun. Apabila dalam suatu rencana kegiatan, dampak negatif yang timbulkannya tidak dapat ditanggulangi oleh teknologi yang tersedia, maka kegiatan tersebut dinyatakan tidak layak lingkungan berdasarkan hasil kajian AMDAL.
Sebagaimana yang disebutkan dalam pasal 3 PP no.27 tahun 1999 tentang AMDAL, Usaha dan/atau kegiatan yang kemungkinan dapat menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup meliputi :
1.   pengubahan bentuk lahan dan bentang alam
2.   eksploitasi sumber daya alam baik yang terbaharui maupun yang tak terbaharui
3.   proses dan kegiatan yang secara potensial dapat menimbulkan pemborosan, pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup, serta kemerosotan sumber daya alam dalam pemanfaatannya
4.   proses dan kegiatan yang hasilnya dapat mempengaruhi lingkungan alam, lingkungan buatan, serta lingkungan sosial dan budaya
5.   proses dan kegiatan yang hasilnya akan dapat mempengaruhi pelestarian kawasan konservasi sumber daya dan/atau perlindungan cagar budaya
6.   introduksi jenis tumbuh-tumbuhan, jenis hewan, dan jenis jasad renik
7.   pembuatan dan penggunaan bahan hayati dan non hayati
8.   penerapan teknologi yang diperkirakan mempunyai potensi besar untuk mempengaruhi lingkungan hidup
9.   kegiatan yang mempunyai resiko tinggi, dan atau mempengaruhi pertahan negara.

Demikian juga, jika biaya yang diperlukan untuk menanggulangi dampak negatif lebih besar daripada manfaat dari dampak positif yang akan ditimbulkan, maka rencana kegiatan tersebut dinyatakan tidak layak lingkungan. Suatu rencana kegiatan yangdiputuskan tidak layak lingkungan tidak dapat dilanjutkan pembangunannya.
AMDAL bermanfaat untuk menjamin suatu usaha atau kegiatan pembangunan agar layak secara lingkungan. Dengan AMDAL, suatu rencana usaha dan/atau kegiatan pembangunan diharapkan dapat meminimalkan kemungkinan dampak negatif terhadap lingkungan hidup, dan mengembangkan dampak positif, sehingga sumber daya alam dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan (sustainable). Pihak-pihak yang berkepentingan dalam proses AMDAL adalah Pemerintah, pemrakarsa, masyarakat yang berkepentingan.
Komisi Penilai AMDAL adalah komisi yang bertugas untuk menilai dokumen AMDAL. Adapun aspek-aspek yang dinilai adalah aspek kelengkapan dan kualitas kajian dalam dokumen AMDAL. Tugas Komisi Penilai AMDAL adalah menilai Kerangka Acuan ANDAL (KA_ANDAL), Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL), Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL), Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL). Prosedur AMDAL terdiri dari:
1.      Proses penapisan (screening) wajib AMDAL
Proses penapisan atau kerap juga disebut proses seleksi wajib AMDAL adalah proses untuk menentukan apakah suatu rencana kegiatan wajib menyusun AMDAL atau tidak.
2.      Proses pengumuman
Setiap rencana kegiatan yang diwajibkan untuk membuat AMDAL wajib mengumumkan rencana kegiatannya kepada masyarakat sebelum pemrakarsa melakukan penyusunan AMDAL. Pengumuman dilakukan oleh instansi yang bertanggung jawab dan pemrakarsa kegiatan. Tata cara dan bentuk pengumuman serta tata cara penyampaian saran, pendapat dan tanggapan diatur dalam Keputusan Kecisalaka BAPEDAL Nomor 08/2000 tentang Keterlibatan Masyarakat dan Keterbukaan Informasi dalam Proses AMDAL.
3.      Proses pelingkupan (scoping)
Pelingkupan merupakan suatu proses awal (dini) untuk menentukan lingkup permasalahan dan mengidentifikasi dampak penting (hipotetis) yang terkait dengan rencana kegiatan. Tujuan pelingkupan adalah untuk menetapkan batas wilayah studi, mengidentifikasi dampak penting terhadap lingkungan, menetapkan tingkat kedalaman studi, menetapkan lingkup studi, menelaah kegiatan lain yang terkait dengan rencana kegiatan yang dikaji. Hasil akhir dari proses pelingkupan adalah dokumen KA-ANDAL. Saran dan masukan masyarakat harus menjadi bahan pertimbangan dalam proses pelingkupan.
4.      Penyusunan dan penilaian KA-ANDAL
Setelah KA-ANDAL selesai disusun, pemrakarsa dapat mengajukan dokumen kepada Komisi Penilai AMDAL untuk dinilai. Berdasarkan peraturan, lama waktu maksimal penilaian KA-ANDAL adalah 75 hari di luar waktu yang dibutuhkan penyusun untuk memperbaiki/menyempurnakan kembali dokumennya.
5.      Penyusunan dan penilaian ANDAL, RKL, dan RPL
Penyusunan ANDAL, RKL, dan RPL dilakukan dengan mengacu pada KA-ANDAL yang telah disepakati (hasil penilaian Komisi AMDAL). Setelah selesai disusun, pemrakarsa dapat mengajukan dokumen kepada Komisi Penilai AMDAL untuk dinilai. Berdasarkan peraturan, lama waktu maksimal penilaian ANDAL, RKL dan RPL adalah 75 hari di luar waktu yang dibutuhkan penyusun untuk memperbaiki/menyempurnakan kembali dokumennya.
6.      Persetujuan Kelayakan Lingkungan
VI. Metodologi Penelitian
Metodologi penelitian merupakan suatu gambaran pembuatan tugas mengenai pengetahuan lingkungan yang dilakukan di Pasar Cisalak, dari proses pembuatan hingga selesai yang berupa diagram alir. Adapun flowchart yang ada adalah sebagai berikut.
Gambar 1. Flowchart Metodologi Penulisan
Penjelasan Flowchart Metodologi Penelitian
Metodologi yang digunakan dalam penulisan laporan ini, yaitu menggunakan bentukflowchart. Langkah pertama yang dapat dilakukan yaitu adalah inisialisasi, maksudnya adalah menentukan apa yang akan dilakukan. selanjutnya yaitu menentukan pasar amana yang akan dilakukan penelitian. setelah mendapatkan lokasinya, maka selanjutnya dapat dilakukan survey terhadap pedagang yang berada di pasar yang telah ditentukan. pasar yang dituju kali ini yaitu pasar cisalak.
Survei pasar yang dilakukan didapatkan wawancara dari penjual, pembeli serta masyarakat yang berada disekitar pasar cisalak depok. Wawancara dilakukan terhadap 5 orang yang berada disekitar pasar kemiri depok. Langkah selanjutnya dilakukan pembuatan tugas penulisan terhadap penelitian yang dilakukan, jika wawancara yang dilakukan kurang untuk melengkapi pembuatan tugas ini, maka dilakukan wawancara lagi hingga data yang dibutuhkan dapat terpenuhi.
Melakukan pembuatan laporan harus diimbangi dengan studi literatur yang mendukung, studi literatur berfungsi untuk melengkapi laporan yang dibuat agar tidak melenceng dari peraturan yang ada. Studi literatur disini seperti buku yang terdapat di perpustakaan, internet dan lain-lain yang mendukung pembuatan laporan ini. Kesimpulan ini merupakan hasil yang ingin dicapai pada tujuan yang telah ditetapkan pada saat melakukan pembahasan.
VII.          Wawancara Mengenai Analisis Dampak Lingkungan
Lingkungan yang ingin diamati adalah lingkungan pasar tradisional, karena menurut kami pasar-pasar tradisional yang ada di Indonesia khususnya di daerah Depok ini menyebabkan permasalahan terhadap lingkungan disekitarnya. Misalnya adalah dengan baunya yang tidak sedap, sampah yang ada dimana-mana, becek, dan lain-lain. Kami melakukan survey langsung ke salah satu pasar tradisional yang ada di daerah cisalak dan melakukan wawancara dengan warga sekitar serta pedagang dan pembeli yang ada di daerah tersebut.
Tujuan dari dilakukannya wawancara adalah untuk melakukan analisis keadaan sebelum dan sesudah dibangunnya pasar tersebut, apakah dengan dibangunnya pasar tersebut menimpulkan dampak terhadap lingkungan yang ada disekitarnya atau tidak. Berikut dibawah ini adalah hasil wawancara yang telah dilakukan.
1.        Sudah berapa lama anda berdagang di pasar ini?
Jawab: sudah 5-6 tahun
2.        Apakah perbedaan yang anda rasakan terhadap keadaan pasar saat ini dengan 6 tahun lalu?
Jawab: ya perbedaannya yaitu kondisi pasar yang semakin ramai dan infrastruktur yang semakin tidak tertata serta fasilitas yang disediakan masih jauh dari kata baik.
3.        Bagaimana kondisi yang anda rasakan di pasar saat ini?
Jawab: kondisi di pasar ini cukup padat, kemudian kalau hujan dapat menimbulkan becek atau genangan-genangan serta bau yang tidak sedap.
4.        Apa keluhan anda terhadap pengelola pasar?
Jawab: yaa kaloo bisa sih fasilitas umumnya ditingkatkan seperti kamar mandi, disediakan tempat sampah, saluran air yang baik, lahan parker yang memadai, dan lain-lain.
5.        Selain kondisi lingkungan, adakah masalah-masalah lain yang timbul karena disebabkan oleh pasar ini?
Jawab: masalah lain yang timbul itu kemacetan yang terjadi di depan pasar karena sebagian jalan yang diambil oleh pedagang untuk berjualan yang menyebabkan penumpukan kendaraan dan penyempitan jalan.
6.        Apa harapan anda terhadap pasar ini?
Jawab: yaa harapan saya sih semoga pasar ini tetap ramai oleh pengunjung dan tetap menjadi pilihan konsumen untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari sehingga pasar tradisional tidak kalah bersaing dengan pasar-pasar modern.
Selain melakukan wawancara, juga ditampilkan foto-foto yang menggambarkan kondisi pasar cisalak. berikut dibawah ini adalah foto-foto tersebut.
Gambar 2. Foto Lokasi Bagian Depan Pasar Cisalak
Gambar 3. Foto Lokasi Bagian Dalam Pasar Cisalak
Gambar 4. Foto Pedagang yang Berada Di Pasar Cisalak
Gambar 5. Foto Lokasi Gerbang Masuk Pasar Cisalak
Gambar 6. Foto Lokasi Disekitar Jalan Masuk Pasar Cisalak
VIII.       Hasil Survey
Hasil survey yang telah dilakukan melalui wawancara pada pedagang yang berjualan di Pasar Cisalak yang terletak di Jalan Raya Bogor, Depok, Jawa barat menyatakan bahwa terdapat dampak dari adanya pasar tersebut. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) terhadap Pasar Cisalak, Depok dilakukan berdasarkan wawancara pada pedagang untuk mengetahui dampak apa saja yang terjadi dengan didirikannya Pasar Cisalak. Adapun hasil yang diperoleh dari survey tersebut adalah sebagai berikut:
1.      Jumlah masyarakat yang dirugikan oleh dampak lingkungan pembangunan Pasar Cisalak, Depok ini cukup besar. Antara lain yaitu pedagang, pembeli, masyarakat sekitar, pengguna jalan/pengendara kendaraan bermotor, dan lain-lain.
2.      Banyak komponen lingkungan hidup yang terkena dampak lingkungan pembangunan Pasar Cisalak, Depok. 4 komponen tersebut antara lain ialah manusia, hewan, tumbuhan, dan lingkungan.
3.      Warga sekitar yang terkena dampak lingkungan pembangunan Pasar Cisalak ialah cukup lama dan belum terselesaikan.
4.      Para pengguna jalan yang mengeluh karena sebagian bahu jalan yang dijadikan tempat berjualan oleh pedagang pasar yang menyebabkan kemacetan.
5.      Masyarakat sekitar yang mengeluh akan bau yang tidak sedap serta polusi.
IX. Analisis Hasil Survey
Setelah melakukan wawancara pedagang yang berada di Pasar Tradisional Cisalak, dapat disimpulkan bahwa Pasar Cisalak merupakan pasar yang cukup ramai dan besar di Kota Depok, dikarenakan lokasinya yang strategis. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan, keberadaan pasar yang ini menimbulkan dampak negatif maupun positif bagi masyarakat yang berada di sekitar lingkungan pasar. Dampak Positifnya yaitu Meningkatkan pendapatan asli daerah bagi bidang pajak dan retribusi pasar bagi kota Depok, Banyaknya masyarakat yang terlibat dalam usaha sekitar pasar sebagai luapan pendapatan dari keberadaan Pasar Cisalak Depok, perekonomian masyarakat meningkat di bidang perdagangan. Dampak Negatifnya yaitu daerah Pasar Cisalak sering terdapat genangan air akibat saluran air tersumbat, Kondisi arus lalulintas di depan pasar juga  selalu macet akibat padatnya volume kendaraan dan kurang tertibnya pengguna jalan. Dampak negatif lainnya juga adalah berupa bau tak sedap akibat pengolahan limbah yang buruk dari aktivitas pedagang yang membuang sampah membusuk. Terbentuknya pemukiman kumuh juga merupakan dampak negatif lainnya yang disebabkan banyaknya permintaan permukiman adakalanya masyarakat enggan mempertimbangkan kenyamanan dan keasrian lingkungan sehingga terkesan kumuh.
Dampak yang ditimbulkan dari keberadaan pasar juga mempengaruhi tumbuhan yang ada disekitarnya. Tumbuhan banyak yang layu akibat dari efek polusi kendaraan yang banyak terjebak macet disekitar pasar. Pohon juga banyak yang ditebang untuk lahan pedagang yang bertambah. Sejumlah aktivitas yang banyak di kawasan pasar kemiri seperti aktivitas jual beli juga otomatis berdampak bertambahnya populasi manusia di kawasan tersebut terutama pada jam kerja berdagang. Hewan yang banyak dijumpai di kawasan pasar kemiri yaitu ayam. Banyak penjual ayam hidup di kawasan tersebut.
Kemacetan pada kawasan Pasar Cisalak Depok biasanya terjadi pada pagi dan sore hari sekitar pukul 08.00 dan pukul 17.00 WIB. Untuk masalah dampak banjir, biasanya terjadi hanya pada musim hujan dengan intesitas besar saja. Pemerintah setempat juga akhir-akhir ini sedang menggalakkan gerakan aksi bersih untuk meminimalisasi kejadian banjir yang diakibatkan dari banyaknya sampah.
Udara di kawasan Pasar kemiri depok ikut tercemar yang diakibatkan dari polusi udara karena macet dan polusi udara dari pengolahan sampah yang tak sempurna dari banyak pedagang yang menyebabkan aroma tak sedap. Pengolahan sampah tak sempurna tersebut juga mengakibatkan air yang digunakan di kawasan tersebut sebagian terkontaminasi.
X.    Kesimpulan
      Kesimpulan dari analisis mengenai dampak lingkungan yang di bahas adalah untuk menjelaskan mengenai hal-hal apa saja yang akan dicapai setelah melakukan penelitian yang telah dilaksanakan. Adapun kesimpulan yang didapat adalah sebagai berikut:
1.                  Terdapat dampak negative dan juga dampak positif karena pasar tersebut.
2.                  Dapat diketahui penyebab apa saja yang ditimbulkan oleh Pasar Cisalak dan dapat menanggulanginya.
3.                  Sebagai tempat menampung aspirasi atau keluhan para pedagang, pembeli, serta masyarakat yang ada disekitar pasar.
XI. Saran
Saran untuk pengelolaan masalah lingkungan di Pasar Cisalak ini yaitu pihak pasar perlumelakukan tindakan perbaikan sistem pasar tersebut agar tidak lagi terjadi hal-hal yang merugikan warga seperti lebih memperhatikan kebersihan, ketertiban, keamanan, dan menambahkan fasilitas-fasilitas umum lainnya serta dapat melakukan penanggulangan terhadap kemacetan yang terjadi di depan pasar. Pihak pemerintah juga seharusnya dapat lebih responsif terhadap masalah lingkungan daerahnya ini.

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: