Skip to content

wawancara kewirausahaan

December 4, 2013
NAMA           : ALI IMRAN
TTL                : Semarang, 15 Mei 1969
Umur              : 41 Tahun
Tamatan         : SD
Perusahaan    : KIOS FARHANA
Alamat            : Jl. Raya Penggaron No.47
                          Telp. 671 6450
 “Anak yang bodoh di sekolah belum tentu tidak sukses dalam hidupnya dikemudian hari???Saya sekolah enggak pintar, bahkan enggak suka sekolah???Masuk sekolahpun umur 7 tahun???”Kenang Pemilik Kios Farhana tentang masa kecilnya. Dua kali tidak naik kelas, itulah sebabnya beliau hanya sampai Sekolah Dasar (SD) pada tahun 1982.
Akhirnya kelahiran Semarang, Jawa Tengah, ini dikirim Ayahnya, Moh. Imran Setiadi ke Cirebon kepada pamannya, dengan harapan dapat melanjutkan sekolah, tapi apa kata sang Paman???Sang Paman yang mengerti psikis Ali Imran yang malas bersekolah ini kemudian berkata,”Enggak usah sekolah nanti saya latih dagang atau kerja saja???”. Hal tersebut dibenarkan Ali Imran sambil menyakinkan Ayahnya,”Benar kata Paman, izinkan Ali untuk belajar dagang atau bekerja???”. Mendengar hal tersebut, Ayahnya membiarkan Ali Imran untuk belajar dagang atau bekerja dengan Pamannya. Beberapa tahun kemudian Ali Imran sukses dengan waralaba Pakan & Hewan dan Unggas,seperti perkutut, berkuku Kelantan, burung kicauan, ayam, jangkrik, pakan unggas, pakan ternak, dan sebagainya.
Awalnya, Ali Imran yang gemar memelihara hewan ini bekerja di penggilingan padi milik Pamannya di Cirebon, Jawa Barat, yang pada saat itu berusia ± 18 tahun yakni pada tahun 1988. Pagi-pagi buta Ali Imran harus berangkat kerja, karena jarak tempat kerja dengan rumah Pamannya lumanyan jauh. Keadaan tersebut terus berulang-ulang hingga suatu saat Ali Imran merasa jenuh dan sempat putus asa. Kemudian Ali Imran membicarakan kejenuhannya ini kepada pamannya. Pamannya yang sangat mengerti perasaan Ali Imran memutuskan untuk memulangkannya ke rumah Ayahnya di Semarang, Jawa Tengah, yang tepatnya di daerah Penggaron Kidul.
Beberapa bulan di tempat Ayahnya, Ali Imran sudah merasa bosan karena tidak bekerja dan uang hasil kerja di tempat pamannya sudah menipis, yakni ± Rp. 450.000,-. Kemudian Ali Imran memikirkan usaha apa yang cocok, cetusnya saat memberikan pakan kea yam peliharaannya,”Di daerah sini belum ada yang menjual pakan untuk hewan peliharaan ni…”. Lalu pada tahun 2002 tepatnya bulan Mei bermodal nekat dan uang secukupnya, Ali Imran membuka usaha pakan.
Awal usaha yang beliau tekuni ini bertempat di emperan (pinggir) jalan raya. Panas dan debu tak menjadi halangan untuk dirinya. Bulan demi bulan dilewatinya dipinggir jalan sambil menjajakan pakan hewan dan unggas. Sampai suatu saat beliau mencoba untuk membuka kios untuk usahanya. Konsumen pun berdatangan satu demi satu hingga Ali Imran berinisiatif untuk memperluas usahanya selain pakan hewan dan unggas, yakni seperti jual burung kicau, ayam jago, jangkrik, dan sebagainya.
Pelanggan yang berdatangan tak lekas membuat Ali Imran merasa puas, Ali Imran berusaha memberikan pelayanan yang terbaik untuk pelanggannya. Kini Ali Imran menikmati hasil kerja kerasnya yakni dengan omzet mencapai ± Rp. 15.000.000,- /bln atau ± Rp. 500.000,-/hari. Meski sudah sukses Ali Imran tetap merasa orang kecil. Menurut Ali Imran,”itu karena terbiasa dengan hidup sengsara sejak kecil”. Ujarnya.
Berkeinginan keras dan tekun, pantang menyerah, fokus menekuni usaha merupakan kiat sukses Ali Imran, serta yan terpenting menurutnya,”Carilah usaha sesuai dengan Hobby, karena dengan hobby kita tak akan pernah rugi bahkan mendatangkan keuntungan yang melimpah”. Ujarnya.
Menikah dengan Halim Inayati, yang saat itu juga menjadi pelanggan setianya, 2002, Ali Imran ayah tiga anak ini sangat memperhatikan pendidikan anak-anaknya, yang semuanya disekolahkannya. Anak Pertama masih di bangku SMP yakni di SMP HARAPAN BUNDA, Penggaron. Anak yang Kedua di bangku Sekolah Dasar, yakni di SD HARAPAN BUNDA, Penggaron. Kelas 5, serta anak yang Ketiga masih Balita yakni umur 2 tahun. Ali Imran juga mendidik mereka agar punya kepedulian sosial, baik terhadap sesama manusia maupun hewan.
Di akhir wawancara Ali Imran mengutipkan Motto Hidupnya dalam USAHA :
“TEKUN TEKUN DAN TEKUN, karena dengan tekun semua akan berhasil”,ujarnya.

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: