Skip to content

ETIKA PROFESI

June 30, 2014

Kepakaran dari seorang sarjana teknik industri

Seorang sarjana teknik industri memiliki kemampuan pemecahan masalah yang kuat dan sistemik dengan pendekatan multi-disiplin tentunya dalam kerangka keilmuan teknik industri. Setiap dan semua komponen/sub-sistem merupakan komponen yang harus dikuasai dalam melakukan 3 tugas utama seorang teknik industri:

  1. Merancang, menunjukkan kemampuan untuk secara kreatif mengkombinasikan pengetahuan yang telah dimiliki kedalam sebuah rancangan sistem. Sistem disini tidak hanya berupa sistem pabrik atau organisasi, tetapi dapat berupa pula merancang sistem solusi, yaitu rancangan solusi yang multidisiplin, multiapproach dan multidimensi.
  2. Meningkatkan, dapat diterjemahkan sebagai manajemen. Pakar manajemen mengatakan bahwa ada beda antara administrasi dan manajemen. Administrasi berorientasi untuk mengerjakan hal yang sama terus menerus secara tepat aturan, sedangkan manajemen bermakna ada peningkatan yang harus dilakukan. Berdasarkan definisi ini tentunya meningkatkan/manajemen menunjukkan kemampuan untuk melakukan pemecahan masalah, karena inti dari peningkatan adalah kemampuan memecahkan masalah. Ini mencakup kemampuan analisa, berfikir sistem dan lain sebagainya yang berguna dalam memecahkan masalah.
  3. Menginstalasi, menunjukkan kemampuan untuk melakukan pendefinisian langkah-langkah yang dibutuhkan untuk melakukan instalasi terhadap rancangan sistem. Menginstalasi memaksa seorang teknik industri untuk berfikir jauh ke depan dalam merancang dan meningkatkan sistem.

Karakter-karakter tidak ber-ETIKA dalam kehidupan sehari-hari

  1. Suka menyela saat orang lain sedang melakukan pembicaraan.
  2. Tidak menghargai pendapat orang lain.
  3. Emosional.
  4. Tidak jujur.
  5. Tidak perpeduli terhadap orang lain.
  6. Selalu merasa dirinya benar tanpa mempedulikan orang lain.

 

 Aktivitas tidak ber-ETIKA professional dalam bekerja

  1. Tidak bertanggung jawab atas profesi. Seseorang yang professional harus selalu menggunakan pertimbangan moral dan bertanggung jawab terhadap semua kegiatannya.
  2. Tidak peduli terhadap sesama rekan kerja.
  3. Melakukan korupsi untuk mencapai kebutuhan dalam kehidupannya. Sebuah keinginan yang tidak terpenuhi yang memancing individu melakukan tindakan-tindakan yang tidak etis.
  4. Tidak disiplin, Kode-kode etika digunakan khususnya oleh badan-badan professional sebagai asas untuk menyiasat sebarang penyelewengan ahli-ahlinya apabila terdapat sebarang aduan diterima.
  5. Selalu merasa dirinya paling atas, karakter seperti ini tidak boleh dilakukan karena akan merugikan orang lain tanpa mendengarkan apresiasi, dan tidak ingin dikritik.

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: